Selasa, 31 Januari 2012

Minggu, 29 Januari 2012

H - 9

pengejeran masa depan yang sudah hampir di penghujung waktu..
wahai semangat..
berkumpullah..!!

*maleh luar biasa...

Kamis, 26 Januari 2012

cinta dalam diam.!

Suatu hari Fatimah binti Rasulullah Saw, berkata kepada Sayidina Ali, suaminya. "Wahai kekasihku, sesunguhnya aku pernah menyukai seorang pemuda ketika aku masih gadis dulu.""O ya," tanggap Sayidina Ali dengan wajah sedikit memerah. "Siapakah lelaki terhormat itu, dinda?""Lelaki itu adalah engkau, sayangku," jawabnya sambil tersipu, membuat sayidina Ali tersenyum dan semakin mencintai isterinya.

-------------------------------

jaga cinta mu dalam diam mu..
diam itu tidak memberi kesempatan kepada setan untuk mempengaruhi ku..
karena,-mohon maaf-, fitnah terbesar itu berasal dari wanita..
dan itu jangan sampai dari mu..

*pesanku untuk mu, untuk ku dan meraka yang berasal dari - Nya...

dan ini serius,, pasti bisa!

Ketika, aku ingin hidup kaya
Aku lupa bahwa hidup adalah sebuah kekayaan

Ketika,Aku takut memberi
Aku lupa bahwa SEMUA yg aku miliki adalah PEMBERIAN.

kETIKA, AKU INGIN MENJADI YG TERKUAT. Aku lupa bahwa dalam kelemahan justru Tuhan memberikan KEKUATAN.
Ketika, aku takut Rugi, Aku lupa bahwa hidupku adalah sebuah keberuntungan.

Ternyata hidup ini sangat indah,
ketika kita BERSYUKUR kepadaNYA. BUKAN karena hari ini INDAH kita bahagia, tapi karena KITA BAHAGIA maka hari ini menjadi INDAH

Bukan karena gak ada rintangan kita menjadi OPTIMIS, tapi karena KITA OPTIMIS Rintangan menjadi tdk terasa.

Bukan karena MUDAH kita menjadi YAKIN BISA,Tapi karena KITA YAKIN BISA semuanya MENJADI MUDAH.

Bukan karena semua orang baik KITA TERSENYUM, tetapi karena KITA TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari YANG MENYULITKAN KITA, kecuali KITA sendiri yang membuatnya SULIT.

BILA kita tak dapat menjadi jalan yg BESAR, cukuplah menjadi jalan setapak yg dapat dilalui orang.
Bila kita tak dapat menjadi MATAHARI, sukuplah menjadi lilin yg dapat menerangi sekitar kita
Bila kita tdk dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, cukuplah iringi dia dg DO'A semoga ALLAH berkahi langkah2nya.

SALAM PERJUANGAN SEMUA !! Mari berkarya


sumber : plagiat baik hati -->> #wall post Ust yasin *ana plagiat dengan baik baik ya stadz..^^


Selasa, 24 Januari 2012

sedih tidak mengembalikan yg telah lalu...

Kesedihan tak pernah mengembalikn yang telah hilang...
Kkhawatirn tak akn mmbuat masa depann jadi lebih baik..
Kputusasaan tak akn prnh mlahirkan kbrhasilan..
Hanya jiwa yg lurus n hati yg ridha yg akan jadi 2 sayap kebahagiaan..

itu saja tidak cukup.!

bermodalkan baik saja tidak cukup...
bermodalkan tampang saja malah tdak cukup...
bermodalkan niat saja,,takan sanggup..

hidup itu akumulasi antara niat, perjuangan dan doa...

aku tau..
tapi belum tentu mau..
belum tentu bisa..
dan belum tentu sanggup...

aku memang pecundang...

tapi aku tidak pernah mematikan semangat untuk berusaha...
karena hanya usaha yg masih bisa kuperjuangkan...




Kamis, 12 Januari 2012

surat untuk cintaku...

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku
Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.
Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.
Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.
Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.
Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.
Aku yang tidak mengerti diriku…
Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu... aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.
Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.
Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.
Wassalam …

oleh: M. Baiqun